July 13, 2024

Mungkin Anda belum tahu apa saja penyebab motor berisik dan cara mengatasinya. Motor adalah kendaraan roda 2 yang sering digunakan sehari – hari, karena lebih mudah dan cepat dibandingkan mobil. Kendaraan roda 2 ini juga sangat banyak dimiliki oleh orang Indonesia.

Penggunaan motor yang sangat sering, membuat semua pengguna ingin motornya terasa nyaman saat digunakan. Itu sebabnya jika motornya menimbulkan suara berisik, maka akan sangat mengganggu pemakainya. Suara berisik tersebut disebabkan oleh beberapa masalah.

Penyebab Motor Berisik dan Cara Mengatasinya

Anda pasti merasa kurang nyaman dan khawatir jika motor mengeluarkan suara berisik. Namun untuk mengatasinya, Anda juga harus tahu dulu apa saja penyebabnya. Jika Anda kurang memahami masalah mesin kendaraan, pahami beberapa penyebab suara berisik berikut ini.

  1. Oli mesin kurang

    Penyebab motor berisik paling mungkin adalah oli mesin kurang, sehingga terjadi pergesekan antara komponen mesin dengan lainnya dan menimbulkan suara. Oli mesin sangat penting diperhatikan volumenya, agar pergesekan antar komponen mesin tersebut tidak terjadi.

    Oli mesin berfungsi sebagai pelumas yang memungkinkan semua komponen mesin bekerja dengan baik tanpa saling bergesekan. Jika terjadi gesekan secara terus menerus, maka tidak hanya mengeluarkan suara kurang nyaman, namun juga menyebabkan kerusakan pada mesin.

    Untuk mengatasi hal ini, Anda harus rutin mengganti oli sesuai jadwalnya. Jangan sampai lupa apalagi membiarkan oli sampai tinggal sedikit. Sebaiknya ganti oli setiap 2.000 atau 3.000 km sekali, bisa juga diganti setiap 5.000 km sekali tergantung pada jenis oli yang digunakan.

  2. Celah klep terlalu lebar

    Klep disebut juga dengan katup pada motor. Klep umumnya memiliki celah dengan lebar 0,3 mm. Namun jika celahnya terlalu lebar maka bisa jadi ini adalah penyebab motor berisik. Celah klep terlalu lebar juga tidak baik bagi kendaraan karena pembukaan klepnya akan lebih lama.

    Cara mengatasi celah klep terlalu lebar adalah dengan membongkar bagian tersebut dan menyetel ulang agar celahnya normal kembali. Namun kegiatan ini membutuhkan pengetahuan dan alat – alat untuk membongkar, sehingga kurang aman dilakukan sendiri. Sebaiknya Anda meminta bantuan pada ahli otomotif saja di bengkel jika ingin mengatasinya, agar lebih cepat dan aman untuk kendaraan.

  3. Poros nok aus

    Poros nok aus juga bisa menjadi penyebab motor berisik, yaitu ketika poros nok di dalam kepala silinder sudah oblak. Penyebab utamanya adalah karena kurang pelumas, sehingga kinerja poros nok lebih berat, mengalami gesekan dengan lainnya, serta menyebabkan aus dan oblak.

    Jika sudah oblak atau tidak sesuai porosnya, maka poros nok akan tetap melaksanakan kerjanya, namun dengan pergerakan kurang normal. Itu sebabnya muncul suara kurang enak didengar. Seperti adalah ketukan pada bagian mesin ketika sudah dinyalakan.

    Poros nok aus bisa diatasi dengan menggantinya. Anda bisa menggantinya sendiri atau memakai jasa bantuan bengkel agar lebih aman. Sebaiknya jangan membiarkan poros nok aus dalam waktu lama.

  4. Ada kompresi bocor

    Kompresi bocor tentu juga bisa menjadi penyebab motor berisik. Kompresi bocor terjadi ketika pembakaran dilakukan pada suhu dan tekanan tinggi, sehingga nilai kompresi turun dan membuat berisik. Kompresi bocor tidak bisa dibiarkan begitu saja karena bisa berakibat fatal.

    Jika ada kompresi bocor, sebaiknya tes dulu menggunakan alat khusus untuk mengetes kompresi. Alat tes tersebut akan menunjukkan kompresinya turun atau tidak. Jika memang sudah turun, sebaiknya ganti kompresi baru atau minta saran alternatif pada ahli di bengkel.

  5. Ada masalah pada timming chain

    Jika beberapa faktor sebelumnya tidak menyebabkan suara berisik, maka mungkin saja hal ini terjadi karena ada masalah pada timming chain. Timming chain adalah rantai yang terletak di sisi kiri kendaraan dan menghubungkan antara poros nok dengan poros engkol pada motor.

    Masalah pada timing chain biasanya adalah kendor, sehingga perputarannya kurang baik dan menimbulkan suara. Cara mengatasinya adalah dengan mengeratkan kembali rantai agar perputaran rantainya bisa normal kembali.

  6. Ada baut kendor

    Penyebab motor berisik lainnya adalah ada baut kendor. Hal ini mungkin saja terjadi, karena baut kendor akan menyebabkan komponen motor bergerak tidak pada tempatnya. Namun untuk mengecek bagian baut mana yang kendor pasti akan sulit.

    Itu sebabnya cara mengatasi baut kendor adalah dengan membawa motor ke bengkel. Para ahli di bengkel akan membantu memeriksakan bagian mana yang bautnya kendor, kemudian mengeratkannya kembali.

  7. Getaran pada plat nomor

    Timbul berisik juga bisa terjadi karena ada getaran pada plat nomor, misalnya karena baut kurang serat atau plat nomor tidak terlalu menempel di tempatnya. Cara mengatasinya adalah dengan mengeratkan plat nomor sampai tidak bergetar lagi.

Setelah memahami penyebab dan cara mengatasinya tersebut, Anda bisa lebih tenang dan merasa nyaman selama berkendara. Jika timbul suara yang tidak normal dari kendaraan, jangan sampai dibiarkan, karena penyebab motor berisik harus segera ditangani dengan baik.